Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, kehamilan dibawah 12 bulan setelah melahirkan akan memiliki banyak risiko dibandingkehamilan yang direncanakan. Resikonya adalah :
1. Bayi Tak Terurus
Disebabkan oleh ayah bunda yang kelelahan dan mengalami
morning sickness. Cara untuk mengantisipasinya adalah Pekerjakan pengasuh bayi untuk membantu Anda.
2. Pemberian ASI Eksklusif gagal
Sebab saat ibu hamil kembali, tubuh memroduksi hormon
progesteron sehingga hormon menyusui menurun. Selain itu, rangsangan hisap bayi
pada payudara ibu dapat memicu kontraksi rahim yang berbahaya bagi janin dalam
kandungan.
Cara untuk mengatisiapanya adalah Konsultasi ke dokter atau konselor laktasi.
Bila terjadi kontraksi terus-menerus, hentikan menyusui. Utamakan keselamatan
ibu dan janin yang dikandung.
3. Bekas Sesar Meregang
Saat hamil kembali segera setelah melahirkan sesar, bekas
sayatan operasi sesar berisiko terbuka
maupun rahim robek karena perkembangan kantong kehamilan. Saat kantong
kehamilan menempel di dekat bekas jahitan, kantong kehamilan yang bertumbuh
dapat mendesak luka, hingga terjadi robekan. Ini berisiko membuat bunda
mengalami perdarahan
Cara untuk mengantisipasinya adalah Risiko bekas luka sesar meregang, dan sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter tentang kemungkinan bersalin dini
(dengan pertimbangan medis) via operasi dan tak melahirkan per vaginam. Dan,
pasien akan butuh dirawat di ICU setelah operasi yang berjalan lama Namun jika
persalinan dini masih terlalu jauh dan perdarahan mengancam jiwa ibu, tindakan
terminasi kehamilan tidak dapat dihindarkan.
4. Plasenta Previa
Pada kehamilan dengan jarak terlalu dekat, risiko terjadi
plasenta previa atau plasenta menempel di bagian bawah dinding rahim, menutup
sebagian atau seluruh leher rahim, lebih tinggi. Ini disebabkan karena dinding
rahim belum pulih benar dari kehamilan dan persalinan sebelumnya, sehingga
nidasi atau penempelan hasil konsepsi terjadi pada bagian rahim yang tidak
tepat di segmen bawah. Terutama hal ini dialami oleh wanita yang melahirkan
secara sesar. Plasenta previa dapat
menyebabkan perdarahan dalam kehamilan.
Cara untuk menantisipasinya adalah Pemeriksaan kehamilan secara teratur oleh
dokter kandungan, dan mewaspadai adanya perdarahan dalam kehamilan.
5. Seksualitas Terganggu
Tentunya, hamil kembali setelah melahirkan berdampak pada
kehidupan intim bersama pasangan. Namun
bukan karena kualitas organ seksual yang menurun, lebih banyak karena pasangan
yang sedang beradaptasi dengan kehamilan.
Cara untuk mengantisipasinya adalah Bicarakan dengan suami dan mencari
kompromi-kompromi yang memuaskan kedua
belah pihak.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar