Jumat, 29 April 2016

Perlukah Ibu Menggunakan Stagen Pasca Bersalin?




Ingin perut kembali langsing pasca kelahiran? Tentu saja bisa! Ibu atau nenek kita seringkali menyarankan ibu yang baru melahirkan untuk mengenakan gurita atau stagen. Ini adalah salah satu upaya untuk mendukung perut kembali ke bentuk semula.


Asalkan pemakaiannya tepat dan Anda merasa nyaman pasca kelahiran selama mengenakannya, maka boleh saja karena ada berjuta manfaat yang bisa Anda peroleh dari pemakaian stagen, gurita atau jenis post partum maternity supportlainnya misalnya, corset atau girdle.

Kini bentuk yang bisa Anda jumpai di pasaran lebih praktis dan modern. Tak hanya gurita dengan tali-tali pengikat, kini ada produk lokal dan impor yang pengikatnya hanya berupa velcro. Jadi ibu pasca kelahiran bisa mengenakannya sendiri dengan melekatkannya. Sangat praktis, kan!

Efek yang diberikan oleh penyangga perut ibu baru ini adalah semacam pijatan lembut pada dinding perut bagian bawah. Cermati cara penggunaan yang tertera pada buku petunjuk penggunaan gurita. Jika hendak menggunakan stagen mintalah bantuan kepada yang biasa memakaikan. Ini hanya salah satu alat untuk membantu pemulihan bentuk dan ukuran perut ibu baru.

Pengalaman orang tua kita di masa lalu memang memperlihatkan efek positif dari penggunaan stagen dan gurita setelah kelahiran. Namun belum ada penelitian yang membuktikannya secara ilmiah. Demikian pula konsumsi jamu ibu bersalin. Ada banyak upaya yang perlu dilakukan ibu baru jika ingin langsing kembali, termasuk menyusui dan mengurus bayi sendiri.

Barengi pula hidup baru Anda sebagai ibu dengan makan makanan bergizi, beristirahat yang cukup serta berolahraga teratur. Konsultasikan dengan dokter, jenis olahraga yang sebaiknya Anda pilih dan tanyakan kapan waktu yang tepat melakukannya, terutama jika Anda melahirkan secara caesar.

Meskipun berbagai usaha sudah dilakukan dengan gigih, tetaplah bersabar ya, Bu! Oleh karena proses kehamilan berlangsung secara bertahap selama sembilan bulan, maka setelah kelahiran, proses kembali ke ukuran dan bentuk semula pun perlu waktu. Biarkan proses pemulihan berlangsung bertahap sesuai kondisi tubuh Anda.



SEMOGA BERMANFAAT!

Rabu, 27 April 2016

Manfaat Jitu ASI Untuk Ibu dan Bayi




Manfaat menyusui bukan hanya untuk bayi, namun juga bermanfaat bagi tubuh ibu. ASI diproduksi secara alami oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan bayi dan merupakan makanan terbaik untuk bayi.

Dianjurkan ibu yang baru melahirkan menyusuinya bayinya dalam waktu 30 menit setelah bayi dilahirkan, untuk mendapatkan colostrum atau susu pertama yang sangat baik manfaatnya untuk bayi.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI selama minimal 6 bulan akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan perkembangan kecerdasan yang lebih baik.


1) Membantu mencegah konstipasi

ASI sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi dan membantu mencegah pup yang keras akibat kekurangan cairan pada tubuh bayi.

2) Mengurangi resiko kegemukan dan diabetes

ASI dapat mengurangi resiko anak mengalami kegemukan atau obesitas serta diabetes tipe 2 di kemudian hari.

3) Mengurangi resiko berbagai infeksi

Manfaat menyusui lainnya adalah mengurangi resiko bayi terkena berbagai infeksi, misalnya infeksi pada kuping, pernafasan, dan pencernaan.

4) Membantu mencegah alergi dan asma

Daya tahan tubuh bayi yang diciptakan oleh ASI membantu mencegah alergi dan asma.

5) Membantu mencegah SIDS

Kematian mendadak pada bayi atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) kadang terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Pemberian ASI secara eksklusif dapat membantu mencegah terjadinya SIDS.

6) Membantu mencegah kerusakan gigi

ASI lebih baik dari susu formula yang pada umumnya mengandung gula, sehingga membantu mencegah kerusakan gigi.

7) Bayi lebih cerdas

Menurut penelitian, bayi yang meminum ASI secara rutin selama minimal 6 bulan pada umumnya lebih cerdas karena memiliki perkembangan otak yang baik


1) Menciptakan kedekatan dan ikatan antara ibu dan bayi

Menyusui bayi akan meningkatkan kedekatan ibu dan bayi, terutama bila dilakukan dengan skin to skin contact. Metode ini umumnya diterapkan pada bayi yang baru lahir, di mana kulit bayi dan ibu disengaja bersentuhan secara langsung supaya ikatan emosional tersebut tercipta.

2) Membantu rahim kembali ke ukuran normal

Secara alami pemberian ASI membantu mengembalikan kondisi hormon ibu ke kondisi awal, sehingga mempercepat rahim kembali ke ukuran normal setelah melahirkan.

3) Membantu tubuh mengontrol pendarahan

Masih berkaitan dengan hormon, manfaat menyusui lainnya adalah membantu tubuh ibu dalam mengontrol pendarahan setelah melahirkan.

4) Mengurangi resiko kanker payudara dan rahim

Pemberian ASI dapat mencegah resiko ibu terkena kanker payudara dan kanker rahim di kemudian hari.

5) Membantu diet setelah melahirkan

Selain mengembalikan kondisi hormon ibu, menyusui akan menghabiskan kalori yang cukup banyak, sehingga membantu diet ibu setelah melahirkan.

6) Mengurangi biaya pembelian susu formula

Dari sisi ekonomis, ASI tidak membutuhkan biaya dan dapat membantu penghematan keuangan keluarga dengan manfaat yang besar.

7) Hemat waktu

Menyusui dengan ASI tidak membutuhkan persiapan dan selalu tersedia dalam kondisi segar serta terbaik untuk bayi.




SEMOGA BERMANFAAT!

Selasa, 26 April 2016

Khasiat Melahirkan dengan Hypnobirthing





Hypnobirthing merupakan metode alami untuk menghilangkan rasa takut, panik, tegang, dan tekanan-tekanan lain yang menghantui Anda saat menghadapi persalinan. Metode yang ditemukan oleh Marie F.Mongan di Amerika Serikat ini berasal dari kata hypnosis (tidak sadar) dan birthing (melahirkan). Namun, metode tersebut tidak lantas membuat Anda tidak sadarkan diri saat melahirkan. Justru Anda sepenuhnya sadar dan menikmati proses lahirnya sang buah hati.

Hypnobirthing lebih mangacu kepada hipnoterapi, yaitu latihan penanaman sugesti pada alam bawah sadar sehingga Anda dapat mengendalikan tindakan sadar Anda ketika menjalani proses persalinan. Dengan metode ini rasa nyeri akibat kontraksi yang bisa terjadi bisa diminimalkan.

Metode Hypnobirthing bisa diterapkan pada persalinan normal maupun persalinan lewat operasi. Walau tentu saja metode ini lebih terasa manfaatnya jika Anda menjalani persalinan secara normal. Rasa sakit yang muncul dapat berkurang tanpa menggunakan obat penghilang rasa sakit. Hubungi rumah sakit Anda atau datangi klinik yang menyediakan kelas prenatal bila Anda tertarik untuk mengikuti metode ini.

Anda bisa menjalani latihan relaksasi Hypnobirthing kapan saja Anda mau. Umumnya latihan dimulai begitu menginjak bulan ke tujuh masa kehamilan. Untuk mendapatkan hasil maksimal, diperlukan latihan rutin dan bimbingan dari seorang ahli hipnoterapi. Selanjutnya, sikap tenang, niat yang kuat, serta kemantapan hati menjadi modal Anda agar proses persalinan berjalan lancar dan alami.


Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika melahirkan dengan metode hypnobirthing :

• Meminimalkan atau bahkan menghilangkan rasa takut, tegang, sindrom rasa sakit, serta kepanikan selama proses persalinan dan periode setelahnya.

• Mengurangi atau menghapus keinginan untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit saat bersalin.

• Mempersingkat fase awal proses pembukaan jalan lahir.

• Menghilangkan keletihan setelah proses kelahiran bayi sehingga Anda tetap bertenaga.

• Mengurangi pernafasan cepat dan pendek karena menahan rasa sakit saat persalinan  berlangsung.

• Mempercepat masa pemulihan pasca melahirkan.

• Membuat proses kelahiran alami menjadi sesuatu yang indah dan tidak traumatis.

• Mempercepat ikatan batin antara Anda, bayi, dan suami.




SEMOGA BERMANFAAT!


Minggu, 24 April 2016

Inilah Yang Terjadi Jika Mengalami Kesundulan





1. Bayi Tak Terurus

Disebabkan oleh ayah bunda yang kelelahan dan mengalami morning sickness. Cara untuk mengantisipasinya adalah Pekerjakan pengasuh bayi untuk membantu Anda.

2. Pemberian ASI Eksklusif gagal

Sebab saat ibu hamil kembali, tubuh memroduksi hormon progesteron sehingga hormon menyusui menurun. Selain itu, rangsangan hisap bayi pada payudara ibu dapat memicu kontraksi rahim yang berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Cara untuk mengatisiapanya adalah Konsultasi ke dokter atau konselor laktasi. Bila terjadi kontraksi terus-menerus, hentikan menyusui. Utamakan keselamatan ibu dan janin yang dikandung.

3. Bekas Sesar Meregang

Saat hamil kembali segera setelah melahirkan sesar, bekas sayatan operasi sesar berisiko terbuka  maupun rahim robek karena perkembangan kantong kehamilan. Saat kantong kehamilan menempel di dekat bekas jahitan, kantong kehamilan yang bertumbuh dapat mendesak luka, hingga terjadi robekan. Ini berisiko membuat bunda mengalami perdarahan

Cara untuk mengantisipasinya adalah Risiko bekas luka sesar meregang, dan sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter tentang kemungkinan bersalin dini (dengan pertimbangan medis) via operasi dan tak melahirkan per vaginam. Dan, pasien akan butuh dirawat di ICU setelah operasi yang berjalan lama Namun jika persalinan dini masih terlalu jauh dan perdarahan mengancam jiwa ibu, tindakan terminasi kehamilan tidak dapat dihindarkan.

4. Plasenta Previa

Pada kehamilan dengan jarak terlalu dekat, risiko terjadi plasenta previa atau plasenta menempel di bagian bawah dinding rahim, menutup sebagian atau seluruh leher rahim, lebih tinggi. Ini disebabkan karena dinding rahim belum pulih benar dari kehamilan dan persalinan sebelumnya, sehingga nidasi atau penempelan hasil konsepsi terjadi pada bagian rahim yang tidak tepat di segmen bawah. Terutama hal ini dialami oleh wanita yang melahirkan secara sesar.  Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan dalam kehamilan.

Cara untuk menantisipasinya adalah Pemeriksaan kehamilan secara teratur oleh dokter kandungan, dan mewaspadai adanya perdarahan  dalam kehamilan.

5. Seksualitas Terganggu

Tentunya, hamil kembali setelah melahirkan berdampak pada kehidupan intim bersama pasangan.  Namun bukan karena kualitas organ seksual yang menurun, lebih banyak karena pasangan yang sedang beradaptasi dengan kehamilan.


Cara untuk mengantisipasinya adalah Bicarakan dengan suami dan mencari kompromi-kompromi  yang memuaskan kedua belah pihak.            



SEMOGA BERMANFAAT!

Rabu, 20 April 2016

Anak Ikut Sakit Karena Ibu Yang Menyusui Sakit?




Memberikan yang terbaik bagi Sang Buah Hati adalah cita-cita semua ibu. Salah satu pemberian ibu yang tidak ternilai harganya adalah air susu. Tidak ada satu teori pun yang menyanggah pentingnya ASI bagi kesehatan dan tumbuh-kembang anak. Namun, ketika ibu menyusui jatuh sakit, apa yang harus ibu lakukan? Apakah ibu harus berhenti menyusui karena penyakit dapat menularmelalui air susu?


Ibu Tetap dapat terus menyusui walaupun sedang sakit. Hanya beberapa penyakit saja yang mengharuskan seorang ibu untuk berhenti menyusui. seperti HIV/AIDS.

Melarang ibu yang sakit untuk menyusui karena khawatir penyakitnya akan menular pada bayi adalah paradigma lama. Jika ibu menderita penyakit umum, seperti flu, batuk, pilek, dan diare, ibu dianjurkan untuk tetap menyusui. Selain penyakit-penyakit ini tidak dapat menular melalui air susu, pemberian ASI pun dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi untuk melawan penyakit. Bila ibu menghentikan pemberian ASI, justru memperbesar risiko bayi akan tertular penyakit.

Ibu yang terserang sakit sebaiknya tetap menyusui karena ASI mengandung zat daya tahan tubuh yang sangat banyak sekali dan justru sangat dibutuhkan bayi untuk membentuk daya tahan sehingga tidak tertular ibunya. Begitu pula untuk ibu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, masih bisa menyusui walaupun sangat bergantung pada kondisi sang ibu tersebut. Bila ibu dalam kondisi kritis atau harus mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu bayi, tidak dianjurkan untuk menyusui.


Ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi sembarang obat, karena akan berpengaruh pada ASI dan kesehatan bayinya. Bila ibu terserang penyakit ringan sebisa mungkin menghindari konsumsi obat. Namun, apabila harus mengonsumsi obat, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Kandungan dalam beberapa jenis obat dapat mengurangi produksi ASI, karena dapat menyebabkan bayi kuning, alergi, muntah, dan beberapa akibat lainnya. The American Academy of Pediatrics pada tahun 1994 telah mengeluarkan daftar obat yang aman untuk ibu menyusui, seperti, asetaminofen, ibuprofen, parasetamol, insulin, vitamin, dan berbagai jenis obat lainnya.

Apa Yang Harus Dilakukan?


1. Menggunakan masker apabila flu, batuk, dan pilek, agar memperkecil risiko menulari si kecil.
2. Rajinlah mencuci tangan
3. Menghindari bersin dan batuk di dekat si kecil, serta kontak fisik secara langsung.
4. Menjaga kualitas dan kuantitas makanan bergizi yang diasup
5. Minumlah banyak air putih, agar ASI tetap lancar
6. Mintalah bantuan orang lain untuk menjaga si kecil, agar Anda dapat beristirahat dengan cukup.





SEMOGA BERMANFAAT!

Selasa, 19 April 2016

Teknik Relaksasi Untuk Ibu Hamil




Begitu Anda mengenali ketegangan pada otot, tahap selanjutnya adalah menguasai seni melepas ketegangan. Dengan memusatkan perhatian pada berbagai bagian tubuh Anda dan dengan melepaskan ketegangan pada setiap bagian tubuh, Anda akan mencapai keadaan relaksasi yang mendalam baik pikiran maupun tubuh. 

Untuk ini diperlukan konsentrasi dan usaha. Waktu Anda mulai relaksasi pasif, mintalah pasangan Anda membacakan latihan berikut ini dengan suara tenang dan rileks. Ia sebaiknya membaca dengan lambat, memberi Anda waktu untuk memusatkan diri dan melepas ketegangan dari setiap bagian tubuh. 

Jika Anda tidak mempunyai pasangan, ada banyak audio tape relaksasi untuk wanita hamil. Musik yang menyenangkan dan rileks juga membantu. Begitu Anda sudah mempunyai beberapa pilihan musik yang menarik, gunakan musik yang sama setiap kali Anda berlatih dan kemudian gunakan selama persalinan untuk menciptakan lingkungan yang akrab dan santai.


Cari posisi berbaring yang nyaman baik itu berbaring menyamping atau semi-duduk, dengan kepala dan seluruh anggota gerak didukung oleh lantai atau tempat tidur dan bantal. Sediakan cukup waktu untuk mencari posisi yang nyaman, sehingga Anda tidak perlu menggunakan otot-otot Anda untuk menahan diri pada posisi tersebut. 

Tergantung pada posisi yang anda pilih, Anda mungkin ingin meletakan bantal di bawah salah satu atau kedua lutut, dibawah kepala, atau dibawah perut untuk membuat Anda nyaman dan rileks.

1.  Tarik napas panjang atau menguap.

2.  Sekarang pusatkan kearah bawah ibu jari kaki dan kaki. Kendurkan. Rasakan betapa hangat dan rileks rasanya.

3.  Bayangkan pergelangan kaki Anda kendur dan lemas. Pergelangan kaki Anda sangat rileks dan nyaman.

4.  Sekarang giliran betis. Biarkan oto-otot betis rileks- kendur dan lunak. Rasakan enaknya.

5.  Sekarang pusatkan pada lutut. Lutut tertopang dan rileks- tidak menahan tungkai kaki Anda pada posisi apapun. Lutut Anda terasa sangat nyaman dan kendur.

6.  Bayangkan paha. Biarkan otot-otot paha yang kuat dan besar mengendur. Otot terasa lunak dan berat, dan paha Anda tertopang secara menyeluruh. Rasakan enaknya.

7. Sekarang bokong dan perineum. Secara khusus daerah-daerah ini harus rileks selama persalinan dan pelahiran. Kendurkan. Bayangkan rasanya yang lunak dan nyaman. Saat tiba waktunya, bayi Anda akan berjalan melalui saluran lahir, dan jaringan perineum akan membuka memberi jalan bagi bayi agar meluncur keluar. Biarkan diri Anda rileks, memberi kesempatan bagi perineum untuk rileks dan membuka bagi jalan si bayi.

8.  Dan sekarang punggung bagian bawah. Bayangkan bahwa seseorang yang mempunyai tangan yang kuat dan hangat sedang menggosok punggung Anda. Rasanya sangat nyaman. Otot-otot punggung bawah rileks karena sentuhan tersebut dan punggung bagian bawah Anda terasa nyaman. Rasakan kehangatannya. Rasakan hilangnya ketegangan.

9.  Dan sekarang biarkan pikiran Anda pindah keperut. Kendurkan otot perut. Biarkan perut Anda naik dan turun sewaktu Anda menarik napas dan mengeluarkan napas. Perut Anda terasa bebas.Pusatkan pada bagian perut bergerak sewaktu Anda bernapas. Bayi Anda mengambang atau berenang didalam air dirahim Anda-sewatu tempat yang aman dan menarik, tempat Anda memenuhi kebutuhan bayi akan makanan, oksigen, kehangatan, pergerakan, dan rangsangan.

10. Dan sekarang dada. Dada Anda terasa bebas. Sewaktu Anda menarik napas, membawa udara kedalam paru-paru dada mengembang dengan mudah, membuat tempat untuk udara. Sewatu Anda mengeluarkan napas, dada rileks untuk membantu mengalirkan udara keluar. Bernapaslah dengan nyaman dan perlahan, biarkan udara mengalir kedalam dan keluar, hampir seperti pernapasan waktu Anda tidur. Pernapasan yang sederhana ini membantu Anda lebih rileks. Relaksasi membantu Anda bernapas lebih mudah dan perlahan. Sangat nyaman. 

Sekarang cobalah menarik napas melalui hidung dan keluarkan mmelalui mulut- perlahan dan nyaman, biarkan udara mengalir kedalam dan keluar. Pada puncak siklus kedalam dan keluar, Anda akan melihat hanya sedikit ketegangan pada dada Anda, yang hilang sewaktu Anda mengeluarkan napas. Simak sewaktu Anda mengeluarkan napas. Bunyinya kedengaran rileks dan tenang, hampir seperti bila Anda sedang tidur. 

Setiap napas yang dikeluarkan adalah napas yang membuat Anda rileks. Gunakan gerak mengeluarkan napas untuk mengeluarkan ketegangan.Ini sangat mirip dengan pernapasan lambat yang akan Anda gunakan selama persalinan. Rasanya nyaman.

11. Dan sekarang bahu. Bayangkan bahu dan punggung bagian atas Anda sedang dipijat. Rilekskan. Lepaskan ketegangan. Rasakan kehangatannya. Rasakan hilangnya ketegangan.

12. Pusatkan pada lengan. Sewaktu mengeluarkan napas, biarkan lengan terletak lemas disamping tubuh anda- dari bahu sampai kelengan bawah, pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari-jari. Kendur, dan rileks.

13. Dan sekarang bahu. sema otot pada leher umumnya lunak karena tidak berfungsi menahan kepala ditempatnya. Kepala cukup berat dan tertopang secara total sehingga leher Anda dapat rileks dan nyaman. Rasakan kenyamanannya.

14. Pusatkan pada bibir dan rahang. Keduanya lemas dan rileks. Anda tidak perlu menahan mulut Anda dalam keadaan terbuka atau tertutup.Rasanya nyaman. Tidak ada ketegangan.

15. Dan sekarang mata dan kelopak mata. Anda tidak menahan mata dalam keadaan terbuka atau tertutup. Mata bergerak sesuai dengan keinginannya. Mata tidak terfokus dan tetap dibalik kelopak mata. Kelopak mata rileks dan berat.

16. Pusatkan pada alis dan kulit kepala. Bayangkan betapa hangat dan rileksnya halis dan kulit kepala Anda. Kendurkan. Anda membentuk exspresi yang tenang dan damai diwajah Anda,mencerminkan perasaan hati yang kalem dan damai.

17. Luangkan waktu beberapa saat untuk merasakan dan menikmati perasaan tenang dan sejahtera ini. Anda dapat melakukan relaksasi. Ini kapan pun- sebelum tidur, selama istirahat sore, atau selama istirahat singkat. Ini adalah perasaan yang harus Anda alami selama persalinan. Selama persalinan, Anda tidak melulu berbaring sepanjang waktu. Anda berjalan-jalan, duduk, mandi,dan mengubah posisi. Namun, kapanpun kontraksi datang, Anda harus membiarkan diri Anda merilekskan semua otot yang tidak diperlukan untuk menahan posisi Anda dan merilekskan pikiran,untuk memberikan kepada Anda perasaan damai dan percaya diri.

Ini adalah perasaan yang akan membantu Anda memusatkan diri pada pencapaian positif untuk setiap kontraksi, melewati kontraksi tersebut dan membiarkan kontraksi menuntun Anda dalam bernapas dan mendapatkan kenyamanan.

18. Sekarang waktunya untuk mengakhiri sesi rileksasi ini. Tidak perlu tergesa-gesa. Secara perlahan-lahan, buka mata Anda, regangkan, tatap daerah sekitar, dan bangunlah dengan pelan-pelan.
Perhitungan Relaksasi

Sesudah Anda menyadari adanya ketegangan tubuh dan menguasai relaksasi pasif, belajarlah tekhnik untuk melepaskan ketegangan otot secara tepat. Ini khususnya membantu saat anda ingin tidur dimalam hari, saat Anda merasa tertekan dan saat Anda mencoba rileks sesudah mengalami kontraksi selama persalinan. Selain itu, pernapasan yang terorganisir pada awal setiap kontraksi dapat digunakan untuk perhitungan relaksasi cepat.


Tarik napas melalui hidung. Sewaktu Anda mengeluarkan napas melalui mulut, lepaskan tegangan otot diseluruh tubuh. Pertama-tama gunakan lima pernapasan lambat untuk melakukan hal tersebut, dengan merilekskan daerah yang berbeda setiap tarikan napas. Kemudian cobalah merilekskan semua daerah dengan satu tarikan napas yang perlahan. Bayangkan sebagai gelombang rileksasi yang mengalir kebawah diseluruh tubuh dari kepala ke jari kaki.

5. Kepala, leher, dan bahu.
4. Lengan, tangan, dan jari-jari.
3. Dada dan perut.
2. Punggung, bokong, dan perineum.
1. Tungkai, kaki, dan jari kaki.

Sewaktu berlatih, gunakan penarikan napas sebanyak mungkin untuk mendapatkan rileksasi tubuh secara total.


Pada relaksasi sentuhan, Anda memberi respons terhadap sentuhan pasangan Anda dengan merilekskan atau mengendurkan otot-otot yang tegang. Selama kehamilan, relaksasi sentuhan adalah cara yang menyenangkan untuk mempraktikkan relaksasi. Selama persalinan, Anda dapat menggunakan sentuhan, usapan, atau pijatan orang yang menemani Anda sebagai isyarat nonverbal untuk relaks.

Posisi mulai : Berbaring menyamping atau duduk pada posisi yang nyaman.

Latihan : Kontraksikan serangkaian otot dan mintalah pasangan Anda menyentuh otot-otot tersebut dengan tangan secara rileks dan tegas, menyesuaikan jari-jarinya dengan bentuk bagian tubuh Anda yang tegang. Lepaskan ketegangan otot dan rileks sesuai dengan arah sentuhan pasangan Anda. Bayangkan tegangan tersebut mengalir keluar dari tubuh Anda.

Pasangan Anda dapat menggunakan beberapa jenis sentuhan berikut ini. Cari jenis sentuhan yang Anda sukai, tetapi peraktikan semua metode tersebut, karena selera Anda mungkin berubah selama persalinan.

Sentuhan diam. Pasangan menahan tangannya dengan kuat ditempat sampai ia merasakan bahwa Anda telah rileks.

Tekanan kuat. Pasangan Anda memberi tekanan dengan ujung jari atau seluruh telapak tangannya atau daerah yang tegang . Pasangan Anda secara berangsur-angsur melepas tekanan tersebut. Anda memberi respons dengan melepaskan ketegangan pada otot sewaktu Anda merasa bahwa pasangan Anda melepaskan tekanan secara berangsur-angsur.

Mengusap. Pasangan Anda mengusap dengan ringan atau kuat daerah yang tegang. Saat mengusap lengan atau kaki Anda tangannya bergerak menjauh dari pusat tubuh Anda.

Memijat. Pasangan Anda menggosok atau menekan dengan kuat otot-otot yang tegang ini umum digunakan untuk daerah punggung dan leher, meskipun otot manapun juga dapat dipijat dengan cara seperti ini.



SEMOGA BERMANFAAT!

Senin, 18 April 2016

Inilah 6 Efek Negatif Kafein Untuk Balita




Para orang tua harus menyadari apa efek kafein padaanak-anak. Bukan hanya kopi, banyak minuman ringan dan minuman mengandung kafein lainnya yang sering diminum oleh anak-anak saat ini.

Karena kafein adalah stimulan yang bisa membuat seseorang kecanduan, itu bisa memiliki beberapa efek samping bagi kesehatan anak-anak. Berikut adalah enam efek samping kafein pada anak-anak :

1. Kurang vitamin

Anak-anak yang suka minum minuman yang mengandung kafein cenderung menderita kekurangan vitamin dan mineral. Karena minuman semacam itu tidak menyediakan nutrisi apa pun, orang tua harus fokus pada kesehatan makanan anak mereka.

2. Kesehatan gigi

Ini adalah fakta bahwa minuman manis dapat merusak gigi. Gigi berlubang dan masalah lain yang terjadi pada gigi anak umumnya disebabkan oleh minuman asam.

3. Obesitas

Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan yang mengandung kafein juga cenderung menderita obesitas.

4. Kegelisahan

Konsumsi kafein berlebih juga dapat menyebabkan masalah mental pada anak-anak. Anak-anak akan merasa gelisah sampai efek dari kafein menghilang.

5. Masalah perut

Apakah Anda tahu bahwa anak-anak dapat menderita masalah perut karena kafein? Jadi batasi konsumsi kafein pada anak.

6. Gangguan tidur

Konsumsi kafein berlebih juga dapat mengganggu pola tidur alami anak. Pastikan bahwa anak Anda mengonsumsi kafein dalam jumlah terbatas.


Inilah enam efek samping kafein pada anak-anak. Perlu diketahui bahwa kafein tidak hanya ditemukan pada kopi atau teh, itu juga bisa ditemukan pada cokelat, minuman berpemanis dan masih banyak lagi minuman yang mengandung kafein lainnya.



SEMOGA BERMANFAAT!

Minggu, 17 April 2016

Efek Samping Kuret Rahim Bagi Kesehatan Ibu Hamil




Bagaimanapun, kuret atau kuretasi atau dilatasi, memang bukan hal yang normal dan bukan hal yang didambakan para perempuan untuk melakukannya. Kalaupun itu dilakukan, pastilah pertimbangannya semata-mata karena darurat.

Mengapakah seorang perempuan melakukan kuret? Biasanya, kuret dianggap baik untuk dilakukan pada kasus ibu paska keguguran. Hal ini dilakukan demi mencegah si ibu dari gangguan yang tidak steril.

Jika setelah keguguran si ibu mengalami banyak keluhan pendarahan dan komplikasi lainnya, maka kuret biasanya menjadi pilihan dan solusi walaupun pada dampaknya, kuret bukanlah solusi yang terbaik.

Pada perempuan yang mengalami kuret, biasanya mengalami banyak keluhan setelahnya. Yang paling sering dan paling berat adalah kanker.

Resiko kanker terjadi karena proses kuretasi yang tidak benar-benar steril. Dalam kata lain, darah yang dibersihkan ketika kuretasi ternyata tidak bersih secara tuntas dan tidak keluar semua sehingga memungkinkan virus dan bakteri muncul dan berkembang biak di dalam rahim. Ini adalah layaknya mimpi buruk bagi seorang perempuan.

Jika ini terjadi, maka perempuan ini pun harus kembali mengalami pembersihan dan operasi membebaskan diri dari kanker. Bisa dikatakan, ini laksana jatuh tertimpa tangga pula.

Tetapi, bagaimanapun, resiko kanker ini hanya salah satu hal terburuk dari dampak kuretasi. Karena secara umum, tak semua kuretasi bisa mengakibatkan hal fatal bagi pelakunya. Baik buruknya kuret pada perempuan tergantung dari proses kuretasi itu sendiri.

Yang harus disikapi oleh para wanita ketika dirinya harus melakukan kuret adalah stay positive thinking alias tetap berpikiran positif dan berhusnuzon setelahnya.

Dan akan lebih baik pula jika berusaha mencari tahu untuk paham apa sebenarnya kuret dan bagaimana prosesnya sehingga pengetahuan itu membuat anda siap secara mental.

Apa sih Kuret?

Kuret adalah proses pembersihan rahim dari akibat keguguran atau akibat lainnya. Kuret dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa kehamilan semisal sisa plasenta yang masih tersisa dan menempel di dinding rahim sehingga menyebabkan pendarahan yang berkelanjutan.

Jadi, pada dasarnya, kuret dilakukan untuk membersihkan rahim serta mengantisipasi keluhan yang berlanjut akibat keguguran.

Sebagaimana diketahui bahwa akibat darah yang tidak bersih secara menyeluruh bisa memicu pada infeksi rahim sehingga mengganggu kesehatan wanita itu secara keseluruhan. Maka, kuret pun dianggap solusi.

Sakitkah Ketika Dikuret?

Konon, kuretasi memang bukan proses yang bisa dianggap menyenangkan. Namanya penanganan darurat, tentunya rasa sakit harus diabaikan.

Ketika kuret, dokter akan memasukkan alat seperti sendok ke dalam rahim melalui vagina lantas ‘mengerok’ lapisan yang ada di dinding uterus secara memutar dan melingkar hingga bersih dan menyeluruh.

Yang terpenting, kuret harus betul-betul menyeluruh hingga tak ada lagi sisa plasenta yang tertinggal. Jika proses ini berjalan baik dan semestinya, maka tak ada dampak yang harus dicemaskan.

Penting bagi setiap wanita yang telah mengalami kuret untuk fokus dan benar-benar fokus menjaga kesehatannya. Dan buanglah pikiran negatif tentang berbagai kemungkinan yang tak sehat karena pikiranmu yang menjadikannya tak sehat.




SEMOGA BERMANFAAT 

Jumat, 15 April 2016

Perawatan Vagina Pasca Melahirkan




Untuk ibu yang melahirkan normal, inilah cara perawatan vagina setelah melahirkan, termasuk apa saja yang harus dihindari agar vagina ibu cepat pulih!

Perawatan vagina setelah melahirkan normal dilakukan 1-3 minggu lamanya. Perawatan vagina setelah melahirkan sangatlah penting untuk ibu yang melahirkan secara normal. Perawatan ini bertujuan agar terasa lebih baik, terhidar dari infeksi, dan cepat pulih. Perawatan vagina setelah melahirkan harus dilakukan 1 sampai 3 minggu.

Apa yang harus dilakukan?


• Kompresan air dingin atau es bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada vagina setelah melahirkan.

• Obat penahan sakit akan diresepkan oleh dokter. Obat ini juga dapat berupa spray ataupun lap yang membuat area vagina mati rasa.

• Gunakan pembalut besar untuk menampung pendarahan yang masih keluar sekitar 4-6 minggu lamanya.

• Selalu cek banyaknya dan warna pendarahan yang keluar dari vagina, karena menunjukkan kecepatan pemulihan Anda. Pada 2-3 hari setelah melahirkan, darah yang keluar banyak dan berwarna merah tua.

• Banyak ibu yang mengeluarkan gumpalan darah selama 3 – 5 hari. Mulai hari ke-3 hingga hari ke-10, darah yang keluar berangsur-angsur lebih sedikit dan berwarna lebih muda.

• Setelah itu, warna sisa pendarahan yang keluar menjadi kuning atau krem selama 1-2 minggu berikutnya.

Apa yang harus dihindari?


• Jangan memasukkan sesuatu (seperti tampon) di liang vagina setelah melahirkan, minimal 4 minggu lamanya.

• Jangan berenang

• Jangan berendam setidaknya 2 minggu, karena luka di vagina membutuhkan waktu untuk pulih.

• Setelah buang air besar, gunakan botol penyemprot yang diisi air sabun. Semprotkan pada area yang ingin dibersihkan, tanpa mengenai bagian vagina. Dan juga jangan menyeka dengan tisyu.

• Tidak berhubungan sex sampai pengecekan oleh dokter menyatakan boleh berhubungan sex.

Kapan perlu segera ke dokter?


• Jika pendarahan sangat banyak, berwarna merah cerah dan berbau.

• Jika ada kenaikan suhu badan

• Jika merasa sakit perut





SEMOGA BERMANFAAT!